Sabtu, 02 Februari 2013

Dampak Positif dan Negatif Perdagangan Internasional


Kata Pengantar

Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, sehingga dapat menyelesaikan makalah ini. Penyusunan makalah ini dibuat secara ringkas, padat, dan mudah dipahami. Fungsi makalah ini menyadarkan siswa akan adanya proses perubahan dan perkembangan dalam masyarakat.
Dalam makalah ini secara singkat mengajarkan siswa agar dapat mencerna dan memahami tentang “Dampak Positif dan Negatif Perdagangan Internasional”. Tujuan dibuatnya makalah ini untuk mendorong siswa berpikir kritis analitis dalam memanfaatkan pengetahuan tentang masa kini dan masa depan serta dapat memahami makalah ini.
Kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam penyusunan makalah ini. Untuk itu, sagala kritik dan saran akan di terima dengan ucapan terima kasih demi semakin baiknya sajian makalah ini. Semoga makalah ini ada manfaatnya bagi para siswa-siswa.


                                                                                                Bangkalan, 14 January 2013

                                                                           
                                                                                                                       Penyusun    


BAB I
Pendahuluan


  •      Latar belakang permasalahan:
Perdagangan internasional pada era globalisasi yang berkembang pesat saat ini, pada hakekatnya merupakan perdagangan yang tidak lain adalah kegiatan menjual dan membeli barang. Perdagangan internasional mencakup aspek ekonomis dan memiliki dampak yang bersifat positif maupun negatif bagi Negara serta masyarakat yang bersangkutan. Semua ini perlu kita kaji sebelum kita bisa mengatakan apakah perdagangan internasional bermanfaat atau tidak bagi suatu Negara dan masyarakat, pengaruh pada konsumsi masyarakat, pengaruh pada produksi, dan pengaruh pada distribusi pendapatan masyarakat.
  •      Ruang lingkup permasalahan:
Yang akan di bahas yaitu dampak positif perdagaangan internaisonal yang bisa mempercepat pertumbuhan ekonomi di negara-negara yang ada di dunia, dan dampak negatif perdagangan internasional yang bisa menyebabkan berkurangnya lapangan kerja di negara-negara yang ada di dunia.
  •      Rumusan masalah:
1.     Apa saja dampak positif dari perdagangan internasional?
2.     Apa saja dampak negatif dari perdagangan internasional?


BAB II
Pembahasan

Dalam makalah ini kami akan dibahas dampak – dampak positif dan negatif perdagangan internasional.
Dampak – Dampak Positif dan Negatif Perdagangan Internasional
  •      Dampak Positif    Dampak positif perdagangan internasional merupakan keuntungan yang bisa diraih oleh Indonesia demi kelangsungan dan kemajuan perekonomiannya. Dampak – dampak positif perdagangan internasional.

a. Terpenuhinya Kebutuhan Dalam Negeri Yang Tidak Dapat Diproduksi Sendiri. [Menurut Anwar Kurnia]
Keterbatasan sumber daya yang dimiliki oleh suatu negara membuat negara tersebut tidak bisa memenuhi semua kebutuhan rakyatnya. Begitu pula dengan Indonesia, terkadang harus mengimpor suatu barang untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Contohnya, Indonesia mengimpor kedelai dari Brasil dan Amerika untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Ternyata, melalui perdagangan internasional, kebutuhan dalam negeri suatu negara dapat terpenuhi. (Yudhistira, hal. 148)
b.  Memperoleh Devisa Dari Kegiatan Ekspor Migas dan Nonmigas. [Menurut Anwar Kurnia]
Sebagai salah satu negara pengekspor minyak bumi dan gas alam (migas), Indonesia tentunya mendapatkan keuntungan dari kegiatan tersebut. Melalui kegiatan ekspor migas negara kita memperoleh devisa yang sangat besar. Perolehan devisa ini semakin bertambah karena negara kita juga mengekspor barang – barang  nonmigas, seperti kopi, teh, rotan, hasil kerajinan, dan pakaian jadi. (Yudhistira, hal. 148)
c.    Masuknya Modal Asing Ke Dalam Negeri. [Menurut Anwar Kurnia]
Keterlibatan Indonesia dalam perdagangan internasional membuat investor asing tertarik untuk menanamkan modalnya di Indonesia. Penanaman modal ini, sangat menguntungkan Indonesia. Sebab , adanya penanaman modal asing sangat membantu pertumbuhan ekonomi Indonesia. (Yudhistira, hal. 148)
d.   Semakin Berkualitasnya Mutu Barang Hasil produksi. [Menurut Anwar Kurnia]
Penerapan teknologi perusahaan-perusahaan di dunia dapat menghasilkan produk-produk bermutu tinggi dan sekaligus pula dapat meningkatkan pelayanan kepada konsumen. (Yudhistira, hal. 149)
e.   Semakin Majunya lembaga Perbankan. [Menurut Anwar Kurnia]
Manfaat lain perdagangan internasional terhadap perekonomian bagi negara di dunia adalah semakin majunya lembaga perbankan. Manfaat itu timbul karena perbedaan alat pembayaran disetiap negara, sehingga mendorong lembaga keuangan bank lebih meningkatkan pelayanan. (Yudhistira, hal. 149)
f.    Mempererat persahabatan antar bangsa. [Menurut Sutarto]
Perdagangan antarnegara membuat tiap negara mempunyai rasa saling membutuhkan dan rasa perlunya persahabatan. Oleh karena itu, perdagangan internasional dapat mempererat persahabatan negara-negara yang bersangkutan. (Bse, hal. 170)
g.   Menambah Kemakmuran negara. [Menurut Sutarto]
Perdagangan internasional dapat menaikkan pendapatan negara masing-masing. Ini terjadi karena negara yang kelebihan suatu barang dapat menjualnya ke negara lain, dan negara yang kekurangan barang dapat membelinya dari negara yang kelebihan. Dengan meningkatnya pendapatan negara dapat menambah kemakmuran negara. (Bse, hal. 170)
h. Mendorong Kemajuan Ilmu pengetahuan dan Teknologi. [Menurut Sutarto]
Perdagangan internasional mendorong para produsen untuk meningkatkan mutu hasil produksinya. Oleh karena itu, persaingan perdagangan internasional mendorong negara pengekspor untuk meningkatkan ilmu dan teknologinya agar produknya mempunyai keunggulan dalam bersaing. (Bse, hal. 170)
  •      Dampak Negatif     Adanya perdagangan internasional mempunyai dampak negatif bagi negara yang melakukannya seperti di Indonesia. Dampak negatifnya sebagai berikut.
a. Munculnya TKI illegal. [Menurut Anwar Kurnia]
    Para TKI yang bekerja di luar negeri memperoleh pendapatan yang cukup besar. Kondisi inilah yang mendorong penduduk indonesia untuk mendapatkan kekayaan, mereka berbondong-bondong pergi ke luar negeri meskipun dengan cara tidak resmi (ilegal). TKI tidak hanya merugikan dirinya sendiri tapi juga bisa mencoreng nama baik indonesia di mata internasional. (Yudhistira, hal. 149)
b. Bertambahnya Pengangguran. [Menurut Anwar Kurnia] 
   Dampak ini sebenarnya merupakan akumulasi dari dampak - dampak sebelumnya karena dari bangkrutnya perusahaan-perusahaan dalam negeri, lapangan kerja menjadi berkurang dan terjadinya PHK. Hal ini semakin menambah jumlah pengangguran di indonesia.(Yudhistira,hal. 150)
c. Perusahaan-perusahaan  indonesia terancam bangkrut. [Menurut Anwar Kurnia] 
    Perdagangan internasional memberikan kesempatan masuknya produk negara lain ke Indonesia. Produk-produk asing tersebut bersaing dengan produk dalam negeri (indonesia) sehingga hanya produk yang berkualitas saja yang laku di pasaran. Hanya sebagian kecil perusahaan dalam negeri yang mampu memproduksi barang dengan kualitas bagus (unggul). Kondisi inilah yang membuat sebagian besar perusahaan dalam negeri tidak mampu bersain dengan perusahaan asing sehingga terancam bangkrut. (Yudhistira, hal. 150)
d. Semakin ketatnya persaingan tenaga kerja. [Menurut Anwar Kurnia] 
   Tenaga ahli asing pun banyak yang masuk ke indonesia sebagai akibat dari adanya perdagangan internasional, hal ini membuat persaingan tenaga kerja semakin ketat. Hanya tenaga jerja yang memiliki keterampilan dan keahlian yang mampu bersaing dengan tenaga kerja dari luar negeri. (Yudhistira, hal. 150)
e. Adanya ketergantungan suatu negara terhadap negara lain. [Menurut Sutarto] (Bse, hal. 171)
f. Adanya pola konsumsi masyarakat yang meniru konsumsi negara yang lebih maju. [Menurut Sutarto] (Bse, hal. 171)
g. Terjadinya kekurangan tabungan masyarakat untuk investasi. Ini terjadi karena masyarakat menjadi konsumtif. [Menurut Sutarto] (Bse, hal. 171)

h. Timbulnya penjajahan ekonomi oleh negara yang lebih maju. [Menurut Sutarto] (Bse, hal. 171)

i. Neraca Perdagangan dan Neraca Pembayaran. [Menurut Sutarto] (Bse, hal. 171)


BAB III
Penutup

  •      Kesimpulan:
Perdagangan internasional mempunyai dampak positif dan negatif bagi negara-negara di dunia.
1.    Dampak Positif Perdagangan Internasional
Dampak positif perdagangan internasional yaitu meliputi kebutuhan dalam negara terpenuhi, memperoleh devisa, masuknya modal asing, jumlah lapangan kerja bertambah, alih tekhnologi, mutu barang hasil produksi meningkat, spesialisasi produk, pertumbuhan ekonomi meningkat, semakin majunya lembaga perbankan, mempererat persahabatan antar negara menambah kemakmuran negara, mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Maka dari itu, negara pengekspor maupun pengimpor mendapatkan keuntungan dari adanya perdagangan internasional. Negara pengekspor memperoleh pasar dan negara pengimpor memperoleh kemudahan untuk mendapatkan barang yang dibutuhkan.
2.   Dampak Negatif Perdagangan Internasional
    Dampak negatif perdagangan internasional meliputi munculnya pekerja ilegal, lapangan kerja berkurang, persaingan tenaga kerja semakin ketat, pengangguran bertambah, adanya ketergantungan suatu negara terhadap negara lain, adanya pola konsumsi masyarakat yang meniru konsumsi negara yang lebih maju, terjadinya kekurangan tabungan masyarakat untuk investasi, timbulnya penjajahan ekonomi oleh negara yang lebih maju, neraca perdagangan, dan neraca pembayaran. Maka kita harus bersikap konsumtif terhadap perdagangan internasional.
  •      Saran:

1.   Selalu menjaga hubungan kerja sama antar negara dengan baik, jika memang menguntungkan antara kedua belah pihak.
2.     Semoga masyarakat tidak bersikap konsumtif yang berlebihan. Sehingga negara tidak terus mengimpor barang dari luar negeri karena kegiatan mengimpor ini dapat mengakibatkan ketergantungan dengan negara pengimpor.
3.   Munculnya produk baru yang berkualitas, agar tidak kalah bersaing dengan negara – negara di dunia.


Daftar Pustaka

Anwar Kurnia, Drs. IPS terpadu kelas IX, 2009, YUDHISTIRA, Jakarta Timur.
Sutarto, DKK. IPS untuk SMP/MTs kelas IX, 2008, BSE, Jakarta.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar